Beberapa Ruangan di Dalam Rumah yang Bisa Jadi Tempat Tinggal Jin

Seperti halnya manusia, jin juga punya tempat tinggal dan bahkan beranak pinak. Tentu saja, tempat tinggalnya berbeda dengan tempat tinggal manusia. Rumahnya tak terlihat oleh manusia. Apakah di semua tempat itu dihuni bangsa jin ? Atau jin hanya menempati tempat tertentu di luar komunitas manusia ? Atau di manakah tempat-tempat favorit para jin untuk tinggal dan beraktifitas di sekitar kita ?

Pertanyaan semacam ini sudah umum menjadi misteri bagi sebagian banyak orang, bahkan kadang dicampur dengan anggapan mistik dan tahayyul. Artikel ini membatasi hanya wilayah tinggal setan di rumah kita, dengan berdasar kepada nash dalil yang bisa dipertanggung-jawabkan.

Tempat Tinggal Bangsa Jin

Sementara itu, jin telah menghuni dan mendirikan sebagian besar kota-kota serta pusat-pusat pemerintahan mereka di atas air. Walaupun begitu, ada pula kota-kota dan pusat-pusat pemerintahan yang terletak di bagian-bagian samudera yang dalam dan di sungai-sungai. Selain itu mereka juga menghuni padang-padang pasir luas dan tempat-tempat terpencil, gunung-gunung maupun jurang-jurangnya, termasuk gua-gua dan hutan-hutan.

Bahkan ada sebagian di antara mereka yang tinggal di atap-atap dan kamar-kamar di rumah yang dihuni manusia. Yang lain lagi, menjadikan rumah-rumah kita sebagai tempat tinggalnya yang tetap, baik di kamar-kamar maupun lorong-lorong rumah kita. Banyak pula setan yang bertempat tinggal di kamar-kamar mandi, comberan, dan selokan-selokan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Didalam rumah ada penghuni-penghuni (dari golongan jin) maka bila anda menyaksikan suatu hal (yang ganjil) maka usirlah ia 3 kali, apabila ia pergi maka biarkan, namun seandainya ia membandel (tidak ingin pergi) maka bunuhlah, karena ia pasti jin kafir,” (HR. Muslim)

Tempat-Tempat Kesukaan Setan Di Rumah Kita

1. Kamar mandi / toilet. Toilet adalah salah satu tempat di muka bumi yang disukai jin. Karena itu, Nabi SAW menganjurkan setiap orang yang akan memasuki toilet memohon perlindungan Allah SWT dengan membaca, “Allahumma inni a’udzu bika min al-khubutsi wa al-khaba’its (Ya, Allah, aku memohon perlindunganmu dari gangguan jin pria dan jin wanita).”

2. Lubang saluran air. Ingatkan kaum wanita agar tidak membuang air (panas) mendidih di lubang-lubang WC tanpa menyebut atsma Allah dan tidak pula memohon perlindungan kepada-Nya dari gangguan setan yang terkutuk. Kadang-kadang air tersebut dapat mematikan setan, sehhingga keluarganya mencoba melakukan balas dendam terhadap pemilik rumah. Kalau setan-setan bisa menampakkan diri (menyerupai tubuh mereka), niscaya mereka akan melakukan hal itu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kalian kencing di lubang”. Mereka bertanya kepada Qatadah: “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan karena lubang itu adalah tempat tinggalnya golongan jin” (HR. Abu Dawud, Nasai dan Ahmad).

3. Kamar kosong. Berhati-hatilah, jangan sampai engkau membiarkan salah satu kamar di rumahmu dalam keadaan lowong dari aktivitasmu, baik tidur maupun berdzikir kepada Allah. Sebab, kalau engkau kosongkan kamar tidurmu, maka setan akan tidur di atas tempat tidurmu, dan mengisi kamar kosong itu.

4. Di atas tempat tidur / kasur. Setiap tempat tidur yang ditinggalkan berarti disodorkan kepada setan untuk mereka tiduri. Bahkan tempat tidur yang sama yang selama ini kita gunakan. “Tidak ada satu kasur pun yg tergelar di dalam suatu rumah yg tidak ditiduri oleh manusia, kecuali setan akan tidur di atas kasur itu…” (Akamul Marjan fi ahkamil Jaan hal.150)

5. Atap rumah. Jin juga tinggal di atas rumah (atap) manusia. Hanya saja, jin yang tingal di atas atap rumah orang-orang beriman hanyalah jin muslim. Dalilnya adalah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada satu rumah orang muslim pun kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila ia menghidangkan makanan pagi, mereka (jin) pun ikut makan pagi bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, mereka (jin) juga ikut makan sore bersama orang-orang muslim. Hanya saja, Allah menjaga dan menghalangi orang-orang muslim itu dari gangguan jin-jin tersebut” (HR. Abu Bakar sebagaimana ditulis oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari).

6. Kadang hewan peliharaan. Bagi yang punya hewan peliharaan di rumahnya, hendaknya memisahkan kandang dari rumah utama untuk dibuatkan tempat khusus di luar rumah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian shalat di kandang-kandang unta karena di sana terdapat syaithan.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Cara Mencegah Agar Jin dan Setan Tidak Tinggal di Rumah Kita

1. Baca Basmallah setiap masuk rumah dan makan. “Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya lalu ia menyebut asma Allah Ta’ala saat ia masuk dan saat ia makan, maka setan berkata kepada teman-temannya, ‘Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Dan jika ia masuk, tanpa menyebut asma Allah Ta’ala saat hendak masuk rumahnya berkatalah setan: ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam, dan apabila dia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan, maka setan berkata : ‘ kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.’” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Turunkan semua pajangan foto, patung, gambar, lukisan (mahluk bernyawa). Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Jibril alaihissalam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5270)

3. Usir anjing di sekitar rumah. Jangan biarkan anjing masuk rumah. Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar.” (HR. Muslim). Memelihara anjing yang tidak digunakan sebagai anjing penjaga atau anjing pemburu akan mengurangi pahala kita per harinya.

4. Bila berjunub maka segeralah bersuci / mandi besar. Jangan suka menunda mandi junub, meskipun misalnya suami istri setelah berhubungan di malam hari dan sudah terlalu letih untuk mandi, setidaknya berwudhulah sebelum tidur. Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Malaikat tidak masuk rumah yang padanya terdapat gambar dan anjing serta orang yang junub.” (HR. An Nasa’i)

5. Jangan ada bunyi-bunyi lonceng di dalam rumah. Biasanya ada beberapa rumah atau bahkan masjid, yang jam dindingnya berbunyi lonceng setiap jamnya untuk menandakan waktu. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Lonceng itu adalah seruling setan.” (HR. Muslim no. 5514). Termasuk lonceng kecil sekalipun. Masih dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia memberitakan sabda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, “Para malaikat tidak akan menyertai perkumpulan/rombongan yang di dalamnya ada anjing atau lonceng (yang biasa dikalungkan di leher hewan, pen.).” (HR. Muslim no. 5512)

6. Tutup pintu dan jendela dengan membaca Asma Allah saat maghrib. Rasulullah bersabda: “Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi-bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu. Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. Dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. Meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.” (HR. Muslim)

7. Membaca Al-Baqarah secara rutin di dalam rumah. Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah laksana kuburan, karena sesungguhnya syetan akan lari (kabur) dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim). Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan akan lari dari rumah yang dalamnya dibacakan surat al-Baqarah. Sesungguhnya rumah yang kosong adalah rumah yang hampa dari kitab Allah (al-Quran).” (HR. an-Nasai)

8. Membaca zikir pagi dan petang. Dalam hadits disebutkan  bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga sore hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.  (HR. Bukhari)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa Ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay-in qadiiru. “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

9. Membaca Ayat Kursi. Seperti yang ada dalam kisah sahabat Abi Usaid Al Sa’idi. Saat kurma hasil panennya dicuri oleh setan yang menjelma berwujud manusia. Abi Usaid berhasil menangkapnya dan akan membawa setan itu kepada Rasulullah. Karena ketakutan, setan itu berkata: “Demi Allah akan kubuat perjanjian denganmu, aku tidak akan datang dan mencuri kurma dari rumahmu lagi. Akan aku tunjukkan satu ayat yang jika engkau membacanya di dalam rumahmu, tidak ada tempat bagiku untuk berlindung. Jika engkau membacanya di tempat makanan dan minuman, maka bangsaku tidak akan dapat menyentuhnya,” ujar setan yang semakin ketakutan terhadap ancaman Abi Usaid. “Ayat apa yang engkau maksud?”tanya Abi Ubaid penasaran. “Ayat yang kumaksud adalah ayat kursi,”jawab setan itu.

10. Perbanyak ibadah shalat sunnah di dalam rumah. Seperti shalat Dhuha, Tahajud, Witir dan shalat Rawatib. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang dari kalian selesai shalat di masjid, hendaknya ia menjadikan sebagian shalat di rumahnya, sebab Allah menjadikan kebaikan dari shalatnya di rumahnya.” (HR Muslim no. 778)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *