Benarkah Ketindihan Adalah Gangguan Setan?

Sebagian kita pernah merasakan fenomena ketindihan. Ingin bangun tidur tapi tidak bisa, sulit bergerak dan ingin berteriak juga sulit. Belum lagi ditambah beberapa bayangan seram misalnya dikejar sesuatu yang menakutkan atau sedang ada yang memngancam jika kita tidak bergerak. Benarkah ini gangguan setan/jin? Atau ada logika yang bisa dicerna oleh akal?

Yang jelas terkadang ketindihan terjadi ketika kita sedang tidur. Pernahkah terbangun dari tidur dalam keadaan kita ga bisa menggerakkan anggota tubuh? Seperti seolah ada yang menindih tubuh kita sehingga tubuh tidak bisa digerakkan, meskipun sudah mengeluarkan tenaga sekuat-kuatnya. Biasanya tindihan ini memang dikaitkan dengan hal mistis, seperti gangguan jin. Karena biasanya orang yang mengalami hal ini mengalami rasa takut yang besar, ataupun bahkan sampai melihat sosok-sosok menyeramkan.

Sebenarnya fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah, bahasa kerennya itu Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur). Nah Sleep Paralysis ini terjadi pada saat tubuh berada pada fase Rapid Eye Movement (REM). Pernahkan kita melihat orang tidur bola matanya gerak-gerak? Disitulah terjadi fase ini. Pada fase ini pula biasanya kita mengalami yang namanya mimpi.

Dan yang perlu diketahui baik baik bahwa sleep paralysis tidaklah berbahaya. Jangan khawatir Sleep paralysis hanya terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah itu otak dan tubuh akan aktif dan terhubung kembali,

Sampai sekarang penyebab pasti sleep paralysis belum diketahui. Diduga sebabnya adalah kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu (kurang tidur), stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau cuaca.

Bisakah karena gangguan jin/setan? Bisa saja. Orang yang seperti ini hati, iman dan jiwanya lemah sehingga gampang terpengaruh setan bahkan merasukinya. Memang ada perbedaan antara tindihan yang semata-mata karena kegagalan tubuh (karena terlalu letih), dengan tindihan yang terjadi karena gangguan jin. Kalau yang terjadi karena gangguan jin, biasanya ya sebelumnya lupa doa atau dzikir sebelum tidur.

Apa yang harus dilakukan saat tindihan?

Jika tindihan tersebut terjadi ketika sebelumnya kita bermimpi buruk, maka ada sunnah yang bisa kita lakukan saat mengalami mimpi buruk,

Jika seseorang bermimpi sesuatu yang ia benci (buruk) hendaklah ia meludah kesebelah kirinya sebanyak tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari syetan sebanyak tiga kali, serta merubah posisi tidurnya dari posisi semula ia tidur.” (HR. Muslim 2262)

Tapi berhubung tubuh kita juga tidak bisa digerakkan, maka cukup berta’awwudz/memohon perlindungan pada Allah ta’ala dalam kesadaran kita, karena mimpi tadi (dan tindihannya) merupakan gangguan dari syaitan. Memang lebih baiknya untuk bangun dan melaksanakan sholat(dalam hadits lain menyebutkan demikian). Tinggal tunggu beberapa saat, nanti perlahan mulai dari ujung jari kita akan dapat bergerak dengan sendirinya, tidak perlu memaksakan tubuh untuk bergerak, karena hanya akan menimbulkan kelelahan yang sangat.

Cara mencegahnya

Lakukan kebiasan hidup yang sehat. Tidur yang cukup, kurangi begadang dan aktivitas berlebih yang bisa menyebabkan kelelahan.

Selain itu lakukan adab-adab sebelum tidur yang sudah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa doa-doa sebelum tidur. Dan juga adab-adab ketika terbangun dari tidur karena mimpi buruk. Karena Allah yang menjaga kita selama kita tidur. Keadaan tidur memang membuat kita lalai sehingga beberapa ulama (sebagian pendapat) menjelaskan bahwa tidur adalah mati “kecil”.

Sebagaimana dalam surat Az-Zumar ayat 42, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya.”

 

Sumber : Muslimafiyah dan Mahdiy

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *