Hadiah Dari Lelaki Bukan Mahram, Harus Diapakan?

Saling memberi hadiah secara hukum asal adalah perkara yang diboleh kan, dengan keumumuman hadist Rasulullah shallahu a’laihi wassalam, “Saling memberi hadiah lah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Dan datang dari Abu Hurairah radhiyallahu a’nhu menyampaikan sabda Nabi kepada para wanita : “Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. Bukhari & Muslim)

Namun itu semua dibatasi dengan syarat:

1. Selama hadiahnya bukan suatu yang haram atau sesuatu yang bisa menuju kepada yang diharamkan Allah.

2. Hadiah yang diberikan tidak menimbulkan fitnah, misalkan hadiah diberikan sebagai pernyataan rasa suka dan akan terjalin hubungan yang terlarang antara seorang wanita dengan lelaki yang bukan mahrom. Misalnya pacaran atau bahkan sekedar TTS-an.

3. Dan hadiah yang diberikan bukan untuk memperingati acara2 yang terlarang seperti coklat di hari valentine’s day.

Lalu bagaimana kalau ada seorang ikhwan (laki-laki) memberikan hadiah kado kepada seorang akhwat (wanita) yang ia suka (dan sebaliknya) berupa Al-Qur’an atau buku tentang agama?

Bila memang niatnya betul-betul tulus agar hadiah tersebut bisa bermanfaat demi kebaikan penerima hadiah, maka tidak apa-apa. Tapi kalau itu diiringi oleh modus supaya bisa pedekate, maka tidak boleh. Kecuali kalau itu merupakan kode kalau dia mau serius sama kamu, mau ngajakin taaruf, yang mana hadiah diberikan sebagai media untuk bisa lebih dekat dan saling mengenal satu sama lain.

Terus kalau nanti taarufnya tidak berlanjut karena suatu alasan, bagaimana hadiahnya? Termasuk juga dengan hadiah-hadiah dari mantan pacar yang sudah putus sama kita. Baiknya diapakan?

Kalau hadiah pemberian itu buatmu tidak ada arti khusus, misalnya tidak bikin baper atau teringat kenangan bersama mereka di masa lalu, boleh saja disimpan dan digunakan. Tapi sebaliknya kalau ternyata benda-benda itu bikin susah move on hijrah, maka baiknya diberikan ke orang lain saja. Dalam beberapa kasus dimana barang tersebut tidak mungkin diberikan ke orang lain, maka boleh dibuang atau dihancurkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *