Jalani Proses Taaruf Cuma 19 Hari, Pemuda Yang Baru Lulus SMK Ini Nikahi Seniornya

Kisah ini ditulis oleh ustadzah Astri Hamidah melalui akun Faceboknya. Seorang pemuda yang baru lulus SMK menghadap saya. Ia menyampaikan keinginannya untuk dita’arufkan dengan seorang hafidzoh yg membina generasi Qurani di Pesantren Mafaza, “Yakin sudah siap menikah?” tanya saya pada pemuda yg bernama lengkap Muhammad Abdan Syakuro ini. “Iya umi” jawabnya mantap.

“Kenapa memutuskan menikah? Padahal umi dengar, antum baru mau masuk kuliah tahun ini?”, tanya saya menyelidik. “Ana ingin menjaga kesucian umi. Di kampus nanti, akan banyak godaan. Ana khawatir tidak bisa menjaga pandangan mata.” jawab pemuda yg biasa dipanggil Abdan ini dengan lancar. Abdan melanjutkan, “Selain itu, Ana ingin membangun peradaban dengan membina keluarga yg qur’ani”

Saya bertanya, “Bagaimana caranya?” Dengan lugas Abdan menjawab, “Ana akan menikahi seorang hafidzoh yg cerdas dan da’iyah.” jawabnya singkat. Saya tersenyum, cara befikirnya simple dan praktis. Namun mencerminkan misi yg jelas dan visi yg jauh kedepan. Lalu saya tanya lagi: “Apakah antum sudah punya pilihan?”

“Ustadzah Tia, Umi” jawabnya yakin. Rupanya ia berselera tinggi. Nama Akhwat yg disebutnya adalah calon pimpinan Mafaza 4. Seorang akhwat yg cerdas, selama kuliah di IPB mendapatkan beasiswa dari semester pertama hingga selsai jadi sarjana. Dan kemampuan menghafal Qur’annya 8 juz perbulan. Namun Akhwat yg dipilihnya ini lebih senior 3 tahun darinya. Saya bilang kepada Abdan, “Antum lebih muda dari beliau”

Tapi dia meyakinkan, “Nggak apa2 ummi. Ana suka Akhwat yg dewasa dan lemah lembut.” Saya membalas, “Hehehe… Wah sepertinya antum sdh mengenalnya ya? ” saya mencandainya. Abdan melanjutkan kisah perkenalannya, “Biasanya saat ana presentasi, beliau yg paling banyak bertanya. Dan saat saat beliau memimpin pertemuan dengan para orangtua santri, ana lihat beliau dewasa dan lemah lembut.” rupanya pemuda yang akan mendapatkan beasiswa penuh di Universitas Pancasila ini telah mendapatkan kesan mendalam kepada ustadzah Tia.

Saya melanjutkan, “Abdan, beliau ini sudah sarjana, berprestasi, calon pimpinan mafaza dan lebih tua darimu. Ini akan ada potensi ketidakseimbangan, bagaimana cara antum mengelola konflik dan memimpin beliau?” Abdan menjelaskan, “Pertama saya akan penuhi semua kewajiban saya sebagai seorang suami. Dan beliau seorang hafidzoh yang pasti faham agama dengan baik. Tentu tahu posisinya dalam rumah tangga. Dan tidak akan sulit utk diajak memecahkan masalah dengan pendekatan agama.”

Saya menegaskan kembali, “Abdan, apa yg sudah antum siapkan untuk pernikahan ini?” Lalu Abdan menjawab: “Saya menyiapkan ilmu dan ini masih terus berproses. Gaji saya di al-Hikmah Insya Allah cukup. Orangtua dan keluarga juga mendukung saya dalam rencana pernikahan ini.”

Semua jawaban singkat itu cukup memuaskan saya. Namun yg lebih meyakinkan saya adalah karena saya memperhatikan pemuda yg merancang system IT di alhikmah dan mafaza ini. Meski masih belia, ia memang sudah dewasa dan matang. Maka proses setelah saya tanyai itu begitu cepatnya. Kami segera ta’arufkan mereka. Lihatlah, mereka sama2 menunduk dalam sepanjang ta’aruf. Padahal saat begini, di bolehkan untuk saling melihat (nazhor).

ustadzah Astri saat menemani Abdan dan Tia taaruf

Yang Akhwat mengajukan beberapa pertanyaan seputar misi dan visi serta manajemen keuangan keluarga, yang di jawab dengan meyakinkan oleh yang Ikhwan. Dan lima hari setelah ta’aruf, Abdan mantab memutuskan untuk mengkhitbah ustadzah Tia. Dan tidak menunggu lama, dua minggu setelah itu mereka menikah. Tepatnya pada 19 Oktober lalu.

Lihatlah, hanya 19 hari. Proses menikah itu begitu mudah. Yang susah dan tampak berat adalah tradisi dan gaya hidup. Jika saja para orangtua bertanggung jawab terhadap aspek kesucian dan moralitas anak2, tentu tidak akan berfikir untuk mempersulit pernikahan anak2 dengan serangkaian seremoni yg bertele tele dan hitung-hitungan biaya resepsi yang besar.

3 thoughts on “Jalani Proses Taaruf Cuma 19 Hari, Pemuda Yang Baru Lulus SMK Ini Nikahi Seniornya”

  1. Ya Rabb… Indahnya Islam,, indahnya pacaran islami sestelah pernikahan. Inilah cara islam memuliakan wanita dan jalan menjaga kesucian.. inilah sebenar benar cinta. Cinta hakiki yang dibalut komitmen tinggi. Bukan hanya berani memacari lalu ditinggal lari, tapi menikahi dan berani tanggung jawab.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *