6 Tahun Pacaran Nggak Ada Kepastian, Terus Putus, Eh Mendadak Ada Yang Ngajakin Nikah

Ini adalah kisah dari mbak @ressanovira, salah satu follower instagram @NikahAsik, yang menceritakan pengalaman pribadinya ketika putus pacaran dan berusaha memperbaiki diri :

Pertengahan tahun 2016, Bulan Juli, menjadi bulan paling berat dalam kisah cinta saya. Bulan dimana saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan saya dengan laki-laki yang sudah lama menjadi pacar saya. Saya putus pacaran dengannya setelah hampir 6 tahun bersama. Sudah lama, bahkan terlalu lama, tapi belum ada kepastian apa apa dari dirinya untuk melangkah ke pelaminan…

Akhirnya saya memilih mundur, putus pacaran karena saya semakin risih ditanya keluarga. Juga sebagai wanita, saya butuh kepastian. Namun, sepertinya laki-laki ini belum ada niat untuk menuju ke arah pernikahan meski hubungan kami sudah berlangsung lama.
Sejak saat itu saya memilih untuk sendiri. Sembari terus belajar menjadi lebih baik.

Saya juga bertekad tidak akan pernah mau dekat dengan laki laki kecuali laki laki itu datang pada orang tua saya dan memintaku utk jadi istrinya.

8 bulan berlalu dalam kesendirian. Saya merasa lelah. Sejak putus pacaran, saya mulai berpikir, tidak mungkin ada laki laki yang baru kenal akan langsung datang memintaku menjadi istrinya.

Saya resah, jangan jangan dulu kemauan saya putus pacaran itu salah? Apa saya yang kurang bersabar?

Berkaca dari pengalaman masa lalu saya. Dimana saya yang sudah menjalin hubungan bertahun tahun dan berkomitmen. Tapi nyatanya gagal juga karena tidak adanya keseriusan untuk menikah dari salah satu pihak. Apa mungkin, ada lelaki yang bisa langsung kenal dan serius? Adakah?

Galau, sedih, dan kesepian setiap hari selalu saya rasakan.

Dan selama masa kesendirian itu, saya nggak pernah kelewat buat liat postingan2 di @nikahasik. Setiap baca captionnya dan liat fotonya, perlahan bikin saya sadar : buat apa galau dan sedih, saya kan punya Allah.

Meski tak dipungkiri, kadang saya juga berfikir kalo liat cerita di postingan itu bener gak siih ada… pacaran setelah menikah emangnya ada? Apakah cuma ada di dalam kisah dongeng saja?

Ternyata, skenario Allah memang tak terduga.

Bulan Maret 2017, mungkin bulan yg paling indah saya rasakan. Semua berawal dari salah satu saudara saya. Tiba tiba saudara saya itu menitipkan salam dari seorang laki laki. Lelaki itu adalah sahabat saudara saya dan belum pernah saya temui sebelumnya. Dan lelaki itu bilang, dia mau bertemu dengan saya.

Dengan ditemani saudara, saya bertemu dengan si lelaki. ya, sekali saja kita bertemu saat itu. Saya benar benar tidak mengenalnya dan dia juga tidak mengenal saya. Saya sendiri curiga, sepertinya saudara saya itu mencoba untuk menjodohkan kami ?

Setelah pertemuan pertama itu, kami tidak bertemu lagi. Namun, tak disangka, seminggu kemudian dia kirim pesan bahwa dia ingin berniat baik untuk menikahi saya.

Saya kaget bukan kepalang! masaa iyaa baru kenal kok mendadak ngajak nikah? Ini Seriusan?

Akhirnya karena tidak percaya, saya tantang dia, saya katakan padanya: datang saja ke rumah bilang sama bapak.

Dan benar, besok hari dia datang ke rumah dan bicara sama bapak saya….ahhhh entah lah perasaan saya saat itu sperti melayang gak percaya nangiiiiss bahagiaa… (oke ini lebay, tapi beneran. Rasanya Masya Allah tak tergambarkan)

Seminggu kemudian dia membawa orang tuanya ke rumah dan menentukan tanggal dan bulan pernikahan.. kita hanya kenal 2 minggu dan sudah menentukan tanggal nikah! Ini kan gila!

Selama satu bulan kami mempersiapkan semuanya. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara pernikahan. Dan alhamdulillah, pada tanggal 7 Mei kami melangsungkan pernikahan…

SAH di hadapan keluarga dan penghulu. Sebuah kisah cinta yang resmi secara agama dan negara. Alhamdulillaaaah! Sebuah babak baru kehidupan saya dimulai. Lunas sudah semua kegalauan dan kesedihan saya, tersapu habis oleh sebuah janji suci akad nikah. Saya akan memulai perjalanan saya dari sini. Dengan peran baru, sebagai seorang istri.

Kejutan dariNya rupanya tak berhenti disini. Kabar bahagia datang lagi. Alhamdulillah tak lama setelah menikah, saya langsung dikaruniai kehamilan. Pertengahan Juni, periksa ke bidan, sudah isi 3 minggu. Sampai sekarang, usia kehamilan saya sudah menginjak 7 minggu. Masya Allah…

Hanya butuh 4 bulan dari ketemu lamaran nikah dan sekarang hamil. Singkat. Sama seperti kisah dongeng yang saya idamkan. Alhamdulillah.

Semoga semakin banyak generasi muda yang menyadari bahaya pacaran dan memilih untuk putus pacaran. Jadikan ini trend : putus pacaran, lanjut lamaran! Atau : putus pacaran, sendiri dalam perbaikan!

Berani? [Nikahasik]

One thought on “6 Tahun Pacaran Nggak Ada Kepastian, Terus Putus, Eh Mendadak Ada Yang Ngajakin Nikah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *