Sering Sakit-sakitan? Inilah 3 Gaya Hidup Sehat Nabi yang Sering Kita Langgar

Suka sakit-sakitan dan sering tak enak badan, sunnah yang diajarkan Rasulullah ini wajib kamu amalkan, semua penyakit takut menghampirimu. Segala Sunnah yang diajarkan oleh Rasullah bertujuan untuk kebaikan seluruh umat manusia, rahasia kebaikan yang amat besar tersembunyi didalamnya, hanya dengan melalui penelitian dan ilmu modern, satu-persatu dari sunnah dapat di mengerti dan di pahami manfaatnya. Sementara masih banyak sunnah-sunah yang lain yang belum mampu untuk manusia ungkapkan kebaikan-kebaikan didalamnya. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan Ilmu dan Akal manusia yang belum dapat menemukan manfaatnya.

Kewajiban umat muslim adalah terus bersemangat mengikuti adab dan tuntunan yang sudah di ajarkan oleh Rasulallah. Karena seluruh sunnah yang telah diajarkan oleh Rasullah adalah untuk kebaikan umat manusia itu sendiri. Para-pakar Ilmu Medis dan Kesehatan baik di Eropa dan Amerika telah banyak melakukan penelitian, dan mereka mengatakan jika semua manusia mengamalkan 4 sunnah saja dari Rasullah yaitu; Sunnah Makan, Sunnah di Kamar Mandi, Sunnah tidur,  maka umat manusia di dunia ini akan sulit terkena penyakit. (Wajibbaca)

SUNNAH MAKAN DAN MINUM

Makan Dengan Tangan. Dalam Hadist Riwayat Muslim menyebutkan bagaimana manusia sebaiknya makan menggunakan tangan kanan, dimana ini termasuk dalam sunnah dari Rasulullah tentang bagaimana kita sebaiknya makan menggunakan hanya tiga jari untuk makan, dan kemudian menjilat jari-jari tadi demi membersihkannya. Dan ternyata belakangan diketahui bahwa terdapat manfaat makan menggunakan tangan, tanpa menggunakan peralatan sendok, garpu, atau alat bantu makan yang lainnya.

makan pakai tangan kanan

Beberapa pakar kesehatan dari Eropa melakukan penelitian mengenai sunnah Rasullah ini, ternyata menggunakan tangan ketika makan jauh lebih sehat jika dibandingkan kita menggunakan sendok dan peralatan makan yang lain. Benarkah demikian? Setelah diteliti ternyata tangan mengandung enzim RNAase yang disekresikan oleh tangan kita. Enzim RNAase ini berfungsi sebagai kekebalan tubuh kita dan proteksi terhadap bakteri.

Tangan sangat peka terhadap bakteri sehingga Enzim ini akan di hasilkan oleh tangan ketika tangan sedang menggenggam makanan, enzim ini mengikat bakteri sehingga aktifitas bakteri tidak dapat bekerja dengan maksimal. Berbeda ketika makan dengan menggunakan sendok atau alat yang lain, bakteri yang membahayakan tersebut akan masuk ke dalam tubuh tanpa adanya perlawanan dari enzim RNAase.

Makan dan Minum Sambil Duduk. Rasulullah menganjurkan hendaknya makan dan minum dilakukan dengan cara duduk, disamping lebih sopan ternyata banyak hikmah dibalik anjuran tersebut. Berikut sabda Rasulullah: Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR. Muslim & Tirmidzi)

makan sambil duduk

Beberapa pakar kesehatan telah banyak membuktikan dan meneliti tentang kesehatan makan yang dilakukan dengan posisi duduk diantaranya menyehatkan pencernaan, menenangkan syaraf dan asam lambung, serta menyegarkan tubuh dan menghindarkan dari dehidrasi. Menurut ilmu kedokteran sembilan puluh persen dari tubuh manusia terdiri dari zat cair. Tubuh banyak menyerap air dari minuman. Minum sambil berdiri, menyebabkan air langsung turun kedasar orangan tubuh yang paling bawah, sehingga tidak dapat memberikan kesegaran pada tubuh secara optimal.

Berhenti makan sebelum kenyang. Terdapat hadits yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ada seorang muslim dalam makan, yaitu jangan berlebihan makan sampai kenyang yang membuat malas dan merusak kesehatan. Hadits tersebut adalah, “Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”

berhenti makan sebelum kenyang

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan, “Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”. Bahkan kekenyangan hukumnya bisa haram, Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat penuh perut dan membuat orangnya berat untuk melaksanakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur dan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan (misalnya membahayakan kesehatan)”

SUNNAH POSISI BUANG AIR

Islam mengatur umatnya dalam segala urusan kehidupan, baik urusan besar kenegaraan sampai urusan pribadi kita. Termasuk urusan buang air pun tak lepas dari perhatian. Dari Salman radhiyallahu ‘anhu beliau ditanya oleh seseorang: “Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai masalah buang air juga?” Jawabnya: Benar!

larangan kencing berdiri

Kencing atau bahasa halusnya buang air seni ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan. Sebagaimana yang sudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam contohkan dalam sunnahnya ketika buang air.

  • Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata,“Siapa yang bilang bahwa Rasulullah kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.”
  • Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Al-Quran.

Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria. Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.

Buang Air Besar (BAB) dengan posisi jongkok bukan duduk. Seorang kandidat doktor mikrobologi dari Frankfurt, Jerman, Giulia Enders, meneliti bahwa buang air besar yang efisien adalah dalam posisi berjongkok. “Sebab usus tidak dirancang untuk membuka sepenuhnya bilamana kita duduk atau berdiri. Bila kita duduk, maka proses keluarnya feses tadi akan menjadi semakin lama,” terang Enders dalam bukunya, Darm mit Charme (Charming Bowels).

buang air besar posisi duduk lebih sehat

Penyebab mengapa orang Eropa atau Amerika rentan terkena hemorrhoid atau wasir dan gangguan usus seperti diverkulitis (radang pada saluran pencernaan) adalah karena salah melakukan BAB, yaitu dengan cara duduk. “Jongkok, seperti yang dilakukan orang-orang di Asia, adalah posisi buang air yang lebih alami karena feses akan keluar dengan mudah. Melakukan BAB dengan cara jongkok dapat menghindari mengidap wasir atau gangguan usus sejenis.

SUNNAH POSISI TIDUR SEHAT

Bukan cuma urusan buang air, cara tidur pun kita juga diajarkan oleh Nabi bagaimana tidur yang benar dan sehat. Rasulullah mengajarkan umatnya agar mengawali posisi tidur miring ke kanan. Sunnah Rasulullah mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan yaitu, rusuk kanan sebagai tumpuan dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya tertidur posisi menjadi berubah.

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710). Mengapa Rasulullah menganjurkan demikian? Di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan. Ukuran paru-paru manusia pada bagian sebelah kiri lebih kecil daripada paru-paru bagian sebelah kanan.

yang terjadi pada tubuh kita saat tidur hadap kanan

Dengan posisi miring kekanan, jantung menahan beban yang lebih sedikit dan lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak menggantung. Sehingga lambung-pun berada dalam kondisi nyaman. Dengan posisi tidur seperti ini membantu akan mempercepat proses pengosongan lambung. Dalam dunia kedokteran, tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan praktik kedokteran yang paling berhasil. Posisi ini juga memudahkan sekresi yang berupa cairan lendir pada bronkus, cabang paru-paru sebelah kiri. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang manfaat tidur menghadap ke sebelah kanan menurut penjelasan medis:

  1. Menghindari Stoke dan mengistirahatkan Otak sebelah kiri. Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Tidur pada posisi sebelah kanan, membuat otak bagian kiri mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam.
  2. Darah terpompa dengan normal karena beban Jantung lebih rendah. Posisi jantung manusia berada condong dibagian sebelah kiri, sehingga dengan posisi tidur menghadap kekanan, maka jantung tidak akan tertimpa oleh organ tubuh yang lain, sehingga mengakibatkan darah dapat terdistribusi merata ke seluruh tubuh.
  3. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi dan merangsang buang air besar (BAB). Waktu yang terbaik bagi tubuh melakukan penyerapan makanan yaitu pada saat tidur, karena pergerakan usus menigkat. Dengan tidur menghadap keposisi sebelah kanan, maka usus tidak terbebani oleh organ tubuh yang lain, kaena posisi usus halus hingga besar berada dibawah, sehingga perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama. Waktu yang lama selamat tidur memungkinkan penyerapan menjadi lebih optimal.
  4. Menjaga kesehatan paru-paru dan saluran pernafasan. Dengan tidur miring ke sebelah kanan jantung akan condong berada di posisi sebelah kanan, posisi ini menjadi lebih baik karena bentuk paru-paru sebelah kanan lebih besar sehinnga tidak terbebani oleh paru-paru sebelah kiri yang ukurannya lebih kecil. Dengan posisi ini mengakibatkan paru paru dapat bekerja dengan optimal dan lebih sehat.
  5. Mencegah dengkuran ketika tidur. Sering anda mendengar orang tidur mendengkur? Hal ini dikarenakan tubuh kekurangan oksigen, penyebabnya karena posisi tidur yang salah, yang mengakibatkan kinerja paru-paru tidak optimal. Tidur dengan posisi yang salah dapat mengakibatkan jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang dan miring ke kiri, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah, sehingga mengeluarkan suara atau mendengkur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *